; ; ;

SMA Negeri 1 Demak

Jl. Sultan Fatah No. 85 Demak

Maju Bersama Hebat Semua

Tumbuhkan Jiwa Literasi dan Berpartisipasi Positif terhadap Dinamika Instansi melalui Kegiatan KATABA dan School Care Programme 2024

Minggu, 10 Maret 2024 ~ Oleh Baihaqi Aditya ~ Dilihat 688 Kali

Oleh:

Keisya Salsa Bella (Jurnalistisk Smansade, X-4)

Andisty Naura Prittadewi (Jurnalistik Smansade, X-4)

 

Penyunting:

Baihaqi Aditya, S.Pd

Smansade Update-Karya tulis merupakan laporan tentang kegiatan, temuan, atau informasi yang didapatkan menggunakan data-data yang dihimpun melalui pendekatan literasi. Sayangnya, hingga saat ini di Indonesia tingkat literasinya dapat dikatakan rendah menurut data UNESCO. Sebagai instansi pendidikan yang berpusat pada kegiatan peserta didik sekaligus tetap melanjutkan budaya positif untuk terus menumbuhkan literasi, KATABA (karya tulis anak bangsa) direalisasikan.

Kamis (07/03/2024) melalui OSIS SMAN 1 Demak berkolaborasi dengan jurnalistik Smansade menginisiai kegiatan KATABA. Beragam kompetisi menarik yang berhubungan dengan dunia literasi dihelat pada event tersebut. Kompetisinya antara lain: Karya Tulis Ilmiah (KTI), Speech Contest, dan Duta Pustaka 2024. Setiap cabang yang dilombakan memiliki tujuannya masing-masing.

Pertama, Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan salah satu kompetisi didalam rangkaian kegiatan KATABA 2024. Setiap peserta membuat semacam karya tulis dengan tema maraknya bullying di lingkungan sekolah”. Pemilihan tema memang ditujukan agar peserta didik di lingkungan SMAN 1 Demak lebih peka terhadap isu-isu yang sedang terjadi dan dapat menanggapinya tak hanya sebagai sekilas berita tetapi juga pembelajaran dan pemahaman baik dari segi normatif maupun penelitian. Sehingga nantinya dapat membuka perspektif siswa dan juga menuntut mereka untuk mencari solusi melalui inovasi apa yang harus dilakukan untuk menguranginya. Adapun kompetisi KTI ini telah berhasil dimenangkan oleh Muhammad Ghady Nabil, perwakilan dari kelas XI-7.

Kedua, Speech Contest adalah lomba pidato berbahasa Inggris yang bertujuan untuk menumbuhkan sekaligus melatih kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara di depan umum. Speech Contest kali ini mengangkat tema mengenai “Global Issue”. Partisipan speech contest berkompetisi dengan mengemukakan berbagai persoalan global sekaligus melatih kelihaian speaking mereka. Adapun kompetisi Speech Contest dimenangkan oleh representasi kelas XI-3 (Adhyaksa Setia Negara).

Ketiga dan puncaknya adalah kompetisi Duta Pustaka. Kompetisi tersebut merupakan simbol keberadaan budaya literasi di lingkungan sekolah. Dibutuhkan individu yang menaruh perhatian dalam dunia literasi, berwawasan luas, memiliki mindset menarik dan punya ide maupun konsep yang nantinya direalisasikan agar giat kepustakaan di sekolah berjalan efektif, efisien, serta berimplikasi positif.

Pada kompetisi Duta Pustaka kali ini terdapat tiga babak yang harus dilewati peserta untuk menjadi pemenang dari. Tiga babak tersebut yaitu cerdas cermat, pidato bertemakan ‘pentingnya literasi’, dan ditutup dengan debat. Proses yang panjang tersebut memunculkan peraih predikat Duta Pustaka Sekolah 2024 yaitu Anizah Salwa Oktavia, perwakilan dari kelas XI-8 dan posisi runner-up didapatkan representasi X-7, Ilma Aulia.

 

Menumbuhkan jiwa literasi melalui kompetisi-kompetisi yang berpihak pada siswa-siswi

Dok. Pribadi

Dihubungi seusai kegiatan, sebagai runner-up Duta Pustaka Sekolah 2024, Ilma Aulia memberikan kesan dan pesannya.

“Kesan aku, sih, Alhamdulillah banget bisa menang di event kataba ini dan tidak menyangka sampai meraih predikat runner-up. Ini akan menjadi motivasi tersendiri untuk meningkatkan literasi lebih luas. Serta pesan saya yaitu untuk teman-teman yang malas literasi, kalian harus tahu bahwa literasi ini seru. Kita bisa mendapatkan informasi-informasi baru yang menarik dan bisa menceritakannya kepada teman-teman yang belum tahu. Itu akan sangat membantu memudahkan planning kalian kedepannya,” ungkapnya berseri-berseri.

Peduli Keadaan Sekolah dengan SCP 2024

Sementara itu, menjelang pukul 13.00 WIB, saat kegiatan KATABA 2024 masih berlangsung, di aula sekolah juga diadakan program School Care Programme yang digagas oleh MPK SMAN 1 Demak. Kegiatan tahunan tersebut merupakan wadah mempertemukan 36 perwakilan kelas dari berbagai jenjang (X, XI, XII) dengan pemangku kebijakan sekolah untuk membahas hal-hal yang menjadi atensi utama dalam satu tahun terakhir.

Hadir dalam kegiatan tersebut kepala SMAN 1 Demak, Solikhin, S.Pd., M.Pd. Pada sambutan pembukaannya, ia menegaskan bahwa kegiatan SCP 2024 menjadi dasar bersama untuk saling menyamakan persepsi dan mindset perihal keadaan sekolah.

“Program peduli sekolah atau school care programme menjadi salah satu kegiatan positif yang mempertemukan civitas sekolah, baik dari unsur siswa-siswi maupun pembuat kebijakan sekolah. Disini anda sekalian mewakili kelas dan memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kepada rekan-rekan kelas masing-masing. Disini pula, kita sama-sama harus memahami keadaan sekolah dengan segala dinamikanya. Semua ditujukan untuk kemajuan sekolah tercinta ini. SMAN 1 Demak, maju bersama hebat semua!” terangnya.

Menghadirkan para pemangku kebijakan sekolah merupakan salah satu unsur pokok

dalam School Care Programme

Dok. Pribadi

Selama SCP 2024 berjalan, panitia membacakan sorotan siswa-siswi terhadap aspek-aspek yang ada di sekolah. Seperti bidang kurikulum, kesiswaan, sarana-prasarana, humas, dan bimbingan-konseling. Peserta didik juga memberikan ide maupun saran solutif agar ke depannya semakin lebih progresif.

Kegiatan SCP 2024 berlangsung hingga pukul 15.30 WIB dengan semua yang hadir sepakat jika apapun dinamika yang terjadi di sekolah tetap tujuan utamanya menjamin mutu kualitas SMAN 1 Demak untuk tetap yang terbaik di Kabupaten Demak, bahkan dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Literasi menjadi salah satu indikator kunci peradaban manusia tetap eksis dan berkembang untuk menjawab tantangan-tantangan kehidupan di masa mendatang. Sedangkan keterlibatan siswa-siswi dalam gerakan peduli sekolah juga menunjukkan bahwa demokrasi, transparansi, dan kebijakan berpihak pada murid memang benar adanya. (KSB/ANP/BA/Hum).

Sekolah Literasi Demokrasi

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT