; ; ;

SMA Negeri 1 Demak

Jl. Sultan Fatah No. 85 Demak

Maju Bersama Hebat Semua

Kuatkan Kemampuan Jurnalistik, Siswa-Siswi Smansade Ikuti Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Minggu, 28 April 2024 ~ Oleh Baihaqi Aditya ~ Dilihat 643 Kali

Oleh:Liahsana Nadia (Jurnalistik Smansade, X-1)

        Reni Reza Yunara (Jurnalistik Smansade, X-3)

Penyunting: Baihaqi Aditya, S.Pd

 

Smansade Update-Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara. Melalui perpustakaan, maka akan memudahkan akses dalam membaca berbagai macam buku. Namun, Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia yang berada pada tingkat 0,001% tentu sangat memprihatinkan. Oleh sebab itulah peningkatan literasi masyarakat sangat diperlukan. Salah satunya melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) adalah program yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sejak tahun 2018. Program tersebut melibatkan pemerintah daerah (provinsi/kota/kabupaten/desa) untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta untuk mengembangkan fungsi perpustakaan dalam memberikan layanan.

Kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS) juga ditunjukkan bagi kalangan peserta didik dibeberapa sekolah agar bisa difokuskan pada upaya penguatan program TPBIS dengan mengembangkan kegiatan literasi berbasis inklusi sosial melalui perpustakaan. Seperti program yang diadakan TPBIS pada tanggal Selasa, 23 April 2024 di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak guna untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pelatihan dasar jurnalistik TV dan Vlog untuk peserta didik dengan menghadirkan narasumber Budi Hutomo yang menjadi bagian dari Metro TV.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan sekolah yang berada disekitar Demak Kota. Antara lain SMAN 1 Demak, SMAN 2 Demak, SMAN 3 Demak, SMKN 1 Demak, SMKN 2 Demak, SMPN 1 Demak dan SMPN 2 Demak. Masing-masing sekolah mengirimkan lima siswa/siswi sebagai representasinya. Perwakilan dari Smansade  diisi oleh lima siswi yang diambil dari ekstrakulikuler jurnalistik sekolah.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan perkenalan Budi Hutomo selaku narasumber pelatihan dari Metro TV. Kemudian, audiens diinstruksikan untuk berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya

Selanjutnya adalah penyampaian materi dari narasumber Budi Utomo dengan pembahasan pengambilan angel video dan merekam momen melalui video yang baik sesuai standar. Selain itu juga narasumber memberikan trik untuk pemilihan cahaya dalam merekam agar sesuai proporsi yang dibutuhkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan audiens sehingga dapat meningkatkan kreativitas dalam membuat artikel dan pembuatan video.

Para perwakilan setiap sekolah juga berpartisipasi mengikuti kegiatan praktik seperti: 1) praktik menulis naskah 2) pembuatan video liputan 3) bekerjasama dengan pihak lain untuk membagi tugas tim dan saling memberikan ide. Kegiatan ini dilakukan dengan membagi tim secara acak dari berbagai perwakilan sekolah yang datang menghadiri acara tersebut, kemudian mereka melakukan kegiatan praktik tersebut bersama-sama. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dimulai dari pembukaan, pemaparan materi, praktik yang kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Acara ini juga mengimbau bahwa penting bagi kita memperkuat literasi dan membangun literasi masyarakat sekitar.

Salah satu peserta kegiatan, Manisa Fitri Minawati mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti kegiatan TPBIS.

“Saya sangat senang saat mengikuti kegiatan tersebut karena mendapat ilmu baru mengenai dasar-dasar berjurnalistik. Selain itu, juga diajarkan cara membuat video berita yang baik serta cara membuat artikel berita sehingga bisa melatih kembali kemampuan saya dalam bidang tersebut. Lebih dari itu, saya juga dapat bertemu dengan banyak teman-teman baru dari sekolah lain yang membuat kegiatan tersebut terasa lebih seru dan menyenangkan.” terang siswi kelas XI-7 tersebut.

Senada, peserta lain yaitu Nabila Safinatun Nafisa menyebut kegiatan TPBIS membawa impact positif secara langsung bagi dirinya.

“Selaku salah satu anggota dokumentasi Jurnalistik Smansade, saya merasa seperti mendapatkan sebuah materi baru yang bisa saya terapkan ketika terjun di lapangan. Mulai dari tips menghalau rasa malu ketika di lapangan, mengenal seluk-beluk dunia jurnalistik, cara pengambilan video jurnalistik ketika live, dan macam-macam pengambilan video yang cocok,” jelas siswi yang merupakan anggota jurnalistik Smansade tersebut.

Perpustakaan bukan hanya tentang membaca buku dengan segudang koleksinya. Perpustakaan juga dapat difungsikan sebagai wadah pertemuan, kolaborasi, menumbuhkan kreativitas, dan transfer ilmu pengetahuan demi peningkatan literasi yang lebih baik. (LN/RRY/BA/Hum).

Sekolah Perpustakaan Literasi

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT