; ; ;

SMA Negeri 1 Demak

Jl. Sultan Fatah No. 85 Demak

Maju Bersama Hebat Semua

Latih Jiwa Berwirausaha Sejak Usia Muda Melalui P5

Senin, 20 Maret 2023 ~ Oleh Baihaqi Aditya ~ Dilihat 1246 Kali

Smansade Update- Tantangan era semakin kompleks. Terlebih untuk negeri yang memiliki ratusan juta jiwa seperti Indonesia. Ketika lapangan pekerjaan yang semakin terbatas menjadi potensi problema pada masa-masa mendatang, maka dibutuhkan kemampuan lain agar tetap dapat bertahan. Berwirausaha adalah salah satu pilihan.

Kurikulum Merdeka sejak dua tahun ke belakang didengungkan oleh pemerintah dan mulai diaplikasikan di sekolah-sekolah. Salah satu makna dari Kurikulum Merdeka yaitu pembelajaran berdiferensiasi menyesuaikan minat dan preferensi peserta didik. Seperangkat sistem kurikulum tersebut juga terintegrasi dengan pendidikan moral, karakter, dan Pancasila. Termasuk Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang tertanam didalamnya.

Memasuki pertengahan pembelajaran semester genap 2022/2023, program P5 kembali digelorakan. Tema kewirausahaan kembali dipilih menjadi tajuk utama pada helatan tiga hari tersebut. Saatnya memunculkan, mengenalkan, melatih, dan mengembangkan kemampuan peserta didik jenjang kelas X untuk berwirausaha membuat bisnis kecil-kecilan.

Setiap kelas dibagi menjadi enam kelompok yang beranggotakan 5-6 orang. Per kelompok selama tiga hari akan dilatih untuk diukur kemampuan sosialnya seperti komunikasi, kerjasama, dan komitmen terhadap penugasan yang harus diselesaikan.

Terbagi menjadi tiga hari, P5 kewirausahaan bersifat step by step. Mulai dari perencanaan hingga realisasi produk.

Hari pertama, Rabu (15/03/2023) fokus utama adalah penuangan ide maupun gagasan untuk memilih jenis bisnis Food and Beverage (FnB). Bisnis berbasis makanan maupun minuman yang popular diyakini menjadi media pelatihan wirausaha yang bagus mengingat trend yang tengah berkembang di masyarakat milenial. Ide dan gagasan kemudian dituangkan dalam bentuk proposal yang meliputi latar belakang pemilihan ide bisnis, cara pembuatan produk, pengeluaran dan potensi profit yang didapat nantinya. Kemudian setiap kelompok mempresentasikannya.

Berdiskusi membuat proposal ide bisnis FnB

 

Hari kedua, Kamis (16/03/2023) adalah realisasi ide menjadi objek nyata, dalam hal ini makanan dan minuman. Kesibukan dan riuh semangat terjadi di setiap kelas pada tiap kelompok. Peralatan mengolah dan memasak serta bahan-bahan utama sudah disiapkan. Saling berbagi tugas, kerjasama, dan komunikasi menjadi indikator penting untuk menyukseskan hidangan yang dibuat.

Zulfatur Rohmaniyyah, salah satu peserta P5 mengungkapkan bahwa ide bisnis FnB menarik sekaligus menantang tetapi juga mengasyikkan.

“Kelompok kami memilih untuk membuat milk jelly choco mango. Agar mirip seperti minuman-minuman kekinian. Kami ambil ide tersebut karena Inshaallah mudah dibuat, bahan-bahannya juga mudah didapatkan. Menarik namun menantang juga karena ini hal baru bagi kami. Semoga hasil tampilan dan rasa sesuai dengan ekspektasi,” ujar siswi kelas X-6 itu.

Praktik mengolah ide bisnis menjadi kenyataan

 

Hari ketiga, Jumat (17/03/2023) membuat snack bouquet. Pada hari penutup kegiatan tiga hari tersebut, Setiap kelompok diberi kebebasan untuk merancang pembuatan buket snack. Jajanan kemasan yang namanya sudah akrab ditelinga dan serung dikonsumsi kawula muda ditata dan dirancang sedemikian rupa hingga disatukan menyerupai rangkaian bunga yang biasanya hadir dalam pesta pernikahan, namun kali ini bahannya diganti menjadi kudapan populer.

Intan Dewi Fortuna, siswi kelas X-12 memberikan pendapatnya tentang kegiatan membuat buket snack. Menurutnya membuat buket snack menjadi pengalaman baru dan tentu ada tantangan tersendiri.

“Membuat buket snack dapat dibilang gampang-gampang susah. Secara teori kelihatannya simpel. Ternyata lumayan sulit juga, apalagi ini merupakan hal yang baru bagi kelompok kami. Namun tetap optimis dan yakin hasil akhirnya nanti memuaskan. Kami yakin yang dibuat dengan sepenuh hati akan memberikan kesan tersendiri,” ungkapnya.

Buket snack ke depankan estetika tampilan untuk mereka yang istimewa

 

Kegiatan tiga hari telah usai. Puncaknya pada acara “Gelar Karya” yang dilangsungkan Senin (20/03/2023) mendatang. Peserta didik akan menjajakan hasil produk masakannya dengan beragam harga yang menarik. Media sosial sebagai salah satu “mantra” efektif digunakan untuk pemasaran dan promo oleh siswa-siswi. Tak ketinggalan, buket snack karya per kelompok juga akan ditampilkan dalam setiap stand kelas.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat dikemas menjadi hal yang menarik dan menantang untuk mengasah kemampuan serta simulasi berwirausaha untuk civitas akademika. (BA/Hum).

Sekolah P5 Wirausaha
  1. TULISAN TERKAIT