; ; ;

SMA NEGERI 1 DEMAK

Jl. Sultan Fatah No. 85 Demak

Cerdas - Santun - Berprestasi

Hingar Bingar Karnaval Kemerdekaan dan Sisi Lain di Baliknya Bagian I

Jum'at, 28 Agustus 2026 ~ Oleh Baihaqi Aditya ~ Dilihat 7 Kali

Disusun oleh:

Violin Fatma Putri X-11 (Jurnalistik Smansade, X-11)

Penyunting: Baihaqi Aditya, S.Pd

SmansadeUpdate-Gegap gempita masyarakat Demak dalam menyemarakkan kemerdekaan masih menggantung di udara. Sabtu 22 Agustus 2026, pemerintah Kabupaten Demak menggelar karnaval kemerdekaan. Jantung Kota Wali pagi itu berangsur-angsur padat, riuh, dan ramai di sepanjang jalan yang akan dilalui berbagai kontingen peserta karnaval. Mereka datang dari berbagai belahan Demak, serempak memusat membentuk kerumunan di seiring jalur yang ditetapkan sebagai rute karnaval.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E naik ke panggung kehormatan sebagai tanda karnaval akan segera berlangsung. diikuti iring-iringan para pejabat Kabupaten Demak yang mengenakan berbagai identitas pakaian adat dari penjuru Nusantara. Acara dimulai dengan alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian disusul dengan dibacakannya teks Pancasila oleh Bupati. Segera setelah itu, pelan tapi pasti, satu per satu kontingen-kontingen tampil silih berganti bergerak mengalir dari jalanan depan Rutan Demak hingga sampai di panggung kehormatan yang berlokasi di Tugu Belimbing. Peserta karnaval yang berjumlah puluhan kontingen mulai dari instansi pendidikan (SD/MI-SMP/MTs-SMA/SMK/MA), dinas-dinas milik pemerintah, unit kecamatan-kecamatan, BUMD, hingga pihak swasta yang diundang memberikan sentuhan karya dan kreativitas yang maksimal pada penampilan mereka. Aspal jalanan berubah menjadi panggung yang tergelar kian panjang, mempersilahkan para peserta memberikan pertunjukan terbaik.

Di antara puluhan peserta yang unjuk diri, terdapat kontingen SMA Negeri 1 Demak yang berpartisipasi di karnaval. Peserta dengan nomor urut A15 ini menyajikan parade kostum dengan menyusung beberapa jenis pasukan yang berkolaborasi: pasukan paskibra BARATA di garda terdepan dengan atribut seragamnya, kemudian dilanjutkan dengan barisan yang memamerkan putra-putri perwakilan Smansade dengan mengenakan busana dari berbagai penjuru Indonesia. Barisan selanjutnya terdapat denyut lantunan merdu dari anggota Melodika dan grup rebana sekolah. Tak lupa pula, si ikon kekinian Smansade yaitu Mas Ade si Harimau keluar dari habitatnya ke jalanan. Kali ini Mas Ade tampil dalam balutan kain merah cerah berbordir ukiran berbentuk bunga.

Kontingen karnaval kemerdekaan Smansade berayun kompak mengikuti iringan lagu-lagu bernuansa kemerdekaan, disirami cahaya matahari yang memantulkan lengkung sudut bibir mereka. Barisan ini mempresentasikan keberagaman suatu negeri agung yang tumbuh di atas khatulistiwa, Stimulus kisah visual dan auditori melebur jadi satu, memekarkan sorak semarai dari insan-insan yang tersentuh karenanya.

Hingga selesai, karnaval ini dapat dikatakan sukses. Karnaval kemerdekaan seyogyanya dapat dijadikan sebagai hiburan sekaligus menumbuhkan rasa syukur akan kemerdekaan negara. Semoga di tahun-tahun mendatang, setelah lebih dari delapan dasawarsa, Indonesia tidak hanya dikenal meraih kemerdekaan dari kekuatan Eropa dan Asia (Jepang) di masa lampau seperti di halaman-halaman yang diterangkan di buku sejarah, namun juga terbebas dari belenggu yang dibumbui karat oleh negeri sendiri. Kita sebagai warga Indonesia dapat merayakan kembali kemerdekaan dengan kegembiraan yang semakin tulus. (VFP/BA).

Sekolah Karnaval Kemerdekaan

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT