; ; ;

SMA NEGERI 1 DEMAK

Jl. Sultan Fatah No. 85 Demak

Cerdas - Santun - Berprestasi

Kenang Jasa Besar Ki Hajar Dewantara, Smansade Gelar Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026

Minggu, 03 Mei 2026 ~ Oleh Baihaqi Aditya ~ Dilihat 5 Kali

Oleh: Fani Aulia Kusumastuti (Jurnalistik Smansade, XI-3)

Penyunting: Baihaqi Aditya, S.Pd

 

SmansadeUpdate- Sabtu (2/05/2026) pelajar SMA Negeri 1 Demak berbondong-bondong dengan semangat, berbaris rapi dilapangan tengah yang bermandikan cahaya matahari untuk menyambut dan merayakan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026. Angin terasa sepoi menyapu kulit, dengan langit biru bersih tanpa awan. Petugas upacara dengan tegap dan siap membawa bendera merah putih untuk dikibarkan.

Suasana saat itu hening. Menciptakan suasana khidmat. Keheningan tersebut dipecah oleh vokal protokol upacara nan lantang. Bendera dibentangkan, Indonesia Raya dikumandangkan, dan peserta upacara dengan tegak hormat kepada Sang Merah Putih. Setelahnya, Pembina upacara, kepala SMAN 1 Demak, Solikhin, S.Pd., M.Pd. memberikan amanat. Beliau tidak berpaku pada surat tertulis oleh Menteri Pendidikan, namun disesuaikan kembali dengan inti yang sama.

“Tema daripada Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 ini adalah ‘Pendidikan Bermutu untuk Semua’. Karena itu, sekolah-sekolah harus bisa memberikan kualitas pendidikan yang baik dan bermutu agar murid menjadi cerdas. Orang yang cerdas itu, akan sejahtera hidupnya. Cerdas ini dalam artian secara intelektual dan secara spiritual,” ucap pembina upacara memberikan pendapat bahwa setiap sekolah harus memberi pendidikan yang terbaik.

Guru dan Tenaga Kependidikan juga Khidmat Mengikuti Jalannya Upacara.

Dokumentasi Pribadi.

Kemudian kepala sekolah juga menyatakan bahwa negara Indonesia harusnya dapat kembali refleksi semangat cara pembelajaran yang sudah diberikan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara melalui Taman Siswa. Padahal, banyak negara-negara melakukan cara pembelajaran dengan semangat Taman Siswa.

“Banyak negara-negara diluar sana yang sudah menerapkan metode pembelajaran dari Ki Hajar Dewantara. Tetapi, di negara sendiri metode tersebut justru seakan kesulitan untuk diimplementasikan secara maksimal. Karena itulah menteri pendidikan membuat kurikulum baru yang menerapkan metode ini. Makanya disebut Kurikulum Merdeka.”

Amanat upacara ditutup dengan yel-yel SMA Negeri 1 Demak, yang dengan semangat diikuti oleh semua pelajar. Kata cerdas, santun, dan berprestasi menggelegar diseluruh lapangan tengah, disusul dengan tepuk tangan meriah oleh para pelajar. Hari semakin terik dengan matahari yang terus membumbung tinggi.  Barisan kemudian dibubarkan, seperti semut yang terkena air, para pelajar mulai meninggalkan barisan dan berjalan pulang. Petugas upacara paskibra pun dengan tanpa lelah membenahi papan tanda kelas dan segala perlengkapan upacara. Senda gurau mulai memenuhi udara oleh para pelajar yang bertemu dengan teman-teman mereka. Dengan begitu, perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 oleh SMA Negeri 1 Demak pun berakhir. (FAK/BA).

Sekolah Upacara Pendidikan

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT