; ; ;

SMA NEGERI 1 DEMAK

Jl. Sultan Fatah No. 85 Demak

Cerdas - Santun - Berprestasi

Dua Hari Berkarya: Semangat Kartini, Sastra, serta Peringatan Hari Bumi dan Air di SMA Negeri 1 Demak

Sabtu, 02 Mei 2026 ~ Oleh Baihaqi Aditya ~ Dilihat 2 Kali

Oleh: Jihan Salsabillah (Jurnalistik Smansade, X-7)

Penyunting: Baihaqi Aditya, S.Pd

SmansadeUpdate- Ketika semangat emansipasi berkolaborasi dengan peringatan kepada air dan bumi. Dikemas dalam bentuk kompetisi, dalam rangka mencari bibit-bibit potensial yang mumpuni.

Smansade kembali menyelenggarakan berbagai lomba dalam rangka memperingati Hari Kartini, Hari Sastra, serta Hari Bumi dan Hari Air. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti dengan penuh antusias.

Senin, (27/04/2026) pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dilaksanakan di halaman tengah sekolah. Apel tersebut dipimpin olen Solikhin, S.PD., M.Pd selaku pembina apel dan kepala sekolah. Apel pagi menjadi pembuka resmi rangkaian kegiatan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga diisi dengan berbagai perlombaan yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas, kerja sama, serta kecintaan terhadap budaya dan lingkungan. Pada hari pertama, berbagai lomba mulai digelar.

Salah satunya adalah lomba Adiwira-Kirana 2026, yang merupakan ajang fashion show bertema pahlawan Nusantara. Dalam lomba ini, perwakilan dari setiap kelas tampil dengan kostum yang merepresentasikan tokoh-tokoh pahlawan Indonesia. Tidak hanya menampilkan busana, para peserta juga menyampaikan narasi perjuangan tokoh yang diperankan, sehingga menambah nilai edukatif. Penilaian lomba ini dilakukan oleh Duta Wisata Kab. Demak 2026 yaitu Daffa Rasendriya Astaguna dan Clarissa Aurellia, serta Baihaqi Aditya, S.Pd selaku guru pengampu mata pelajaran sejarah.

Salah satu juri, Clarissa, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan potensi yang selama ini belum sepenuhnya tereksplorasi.

“Potensinya anak-anak Smansade sudah banyak sekali. Hanya saja, mungkin masih ada rasa takut untuk mengeluarkannya. Dengan adanya ajang ini, kami membantu mereka menampilkan apa yang ada dalam diri mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri. “Di sini kami membantu mereka menguji bakat-bakat yang dimiliki, sehingga dapat terlihat potensi sebenarnya dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Demak,” tambahnya. 

Senada dengan hal tersebut, Daffa selaku juri juga mengungkapkan bahwa banyak potensi yang muncul selama perlombaan berlangsung. “Kami melihat banyak sekali potensi dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Demak. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit unggul yang nantinya dapat melanjutkan ke ajang yang lebih tinggi,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa berbagai aspek dinilai dalam perlombaan ini, mulai dari kemampuan berbicara (speech), penampilan fashion show, hingga kemampuan promosi diri. “Dari seluruh rangkaian tersebut, kami dapat melihat bakat dan potensi yang dimiliki para peserta,” tambahnya.

Clarissa kemudian menegaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses penilaian yang menyeluruh. “Mereka semua diuji, dan alhamdulillah telah terpilih yang terbaik untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya serta menjadi role model bagi siswa lainnya,” tuturnya.

Selain itu, terdapat lomba membuat batik jumputan yang menuntut kreativitas dan ketelitian para peserta. Suasana yang relatif hening dan penuh konsentrasi, siswa-siswi berusaha menciptakan karya batik dengan perpaduan warna yang beragam. Setiap karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga mencerminkan semangat dan imajinasi para pembuatnya.

Kemeriahan hari pertama semakin terasa dengan diselenggarakannya lomba Sinergi Renjana, yang terdiri dari permainan tradisional seperti bakiak, gulung jarik, dan bekel. Lomba ini berlangsung di lapangan tengah sekolah dan menciptakan suasana meriah, diiringi sorak-sorai dari masing-masing kelas yang saling menyemangati.

Memasuki hari kedua, suasana kegiatan beralih ke nuansa literasi dan sastra. Lomba Duta Pustaka Smansade 2026 menjadi salah satu kegiatan utama yang terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dari unjuk bakat seperti pembacaan puisi atau pidato, pemilihan 12 besar, hingga sesi tanya jawab dan tahap final.

Selain itu, terdapat lomba Gema Suara Sastra berupa musikalisasi puisi yang diikuti oleh kelompok beranggotakan lima orang. Satu peserta membacakan puisi, sementara yang lain mengiringi dengan alat musik seperti gitar, pianika, cajon, maupun alat musik kreasi. Perpaduan puisi dan musik menciptakan suasana yang khidmat sekaligus menyentuh.

Sebagai penutup, lomba Raja Pantun menampilkan adu balas pantun antar peserta. Lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan kemampuan berpikir cepat serta penguasaan bahasa yang baik.

Melalui rangkaian kegiatan ini, SMA Negeri 1 Demak tidak hanya memperingati hari-hari penting tersebut, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, mengembangkan potensi, serta memperkuat nilai budaya, literasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. (JS/BA).

Sekolah Kartini-relli Budaya

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT