; ; ;

SMA NEGERI 1 DEMAK

Jl. Sultan Fatah No. 85 Demak

Cerdas - Santun - Berprestasi

Tiga Hari Menyemai Makna Melalui Pesantren Ramadan Smansade

Selasa, 17 Maret 2026 ~ Oleh Baihaqi Aditya ~ Dilihat 5 Kali

Oleh: Aulia Selviani (Jurnalistik Smansade, Xl-9)

Penyunting: Baihaqi Aditya, S.Pd

SmansadeUpdate- Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di lingkungan sekolah. Tidak hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual dan membentuk karakter peserta didik. Hal inilah yang terasa dalam kegiatan Pesantren Ramadan yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Demak selama tiga hari. Mulai Rabu (11/03/2026) hingga Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi siswa untuk memahami kembali makna pendidikan yang tidak hanya menekankan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak.

Hari pertama (11/03/2026) kegiatan dimulai dengan apel pembukaan yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Suasana pagi itu terasa cukup khidmat karena selain menjadi pembuka kegiatan Pesantren Ramadan, apel tersebut juga menjadi momen perpisahan bagi dua guru yang telah mengabdi di sekolah, yaitu Winarno, S.Pd., M.Pd (Pak Winarno) dan Fathoni Hari Bintara, S.Pd (Pak Fathoni). Keduanya selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan pendidikan di SMA Negeri 1 Demak.

Melalui amanatnya, Kepala SMAN 1 Demak, Solikhin, S.Pd., M.Pd (Pak Sholikin), menyampaikan pesan yang cukup mendalam kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa Pesantren Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial yang diadakan setiap tahun, tetapi merupakan kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan. Menurutnya, keberhasilan seorang siswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari sikap dan karakter yang dimiliki.

Setelah apel pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi di masing-masing kelas. Materi pada hari pertama disampaikan melalui penayangan video yang menceritakan kisah para sahabat Nabi. Metode ini dipilih agar siswa dapat memahami materi dengan lebih menarik dan mudah dipahami. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk karakter akhlakul karimah pada peserta didik dengan menjadikan kisah Nabi dan para sahabat sebagai teladan. Kisah-kisah tersebut menggambarkan bagaimana para sahabat menunjukkan sikap kejujuran, keberanian, kesabaran, dan pengorbanan dalam memperjuangkan ajaran Islam. Sebagai bentuk refleksi dari materi yang telah dipelajari, siswa mengerjakan tugas yang kemudian dikumpulkan melalui tautan google drive yang kemudian dapat dinilai oleh guru pembimbing di kelas masing-masing. Cara ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di sekolah juga dapat dipadukan dengan penggunaan teknologi yang sudah akrab dengan kehidupan siswa.

Pada hari kedua (12/03/2026), suasana sekolah terasa jauh lebih ramai. Sejak pukul 07.00 WIB pagi, halaman sekolah sudah dipenuhi oleh siswa-siswi yang tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan oleh panitia Rohis. Semangat kebersamaan terasa begitu kuat karena hampir seluruh siswa terlibat baik sebagai peserta maupun sebagai suporter.

Beberapa lomba yang diselenggarakan antara lain: Cerdas Cermat Islam (CCI), dakwah, tilawah, adzan, nasyid, dan kaligrafi. Setiap lomba dilaksanakan di tempat yang berbeda agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Lomba CCI dilaksanakan di aula sekolah. Suasana di tempat ini terasa sangat meriah karena para suporter dengan penuh semangat memberikan dukungan kepada tim dari kelas masing-masing. Sorak sorai terdengar setiap kali peserta berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

Berbeda dengan suasana di aula, lomba adzan dan tilawah yang dilaksanakan di mushola sekolah berlangsung dengan suasana yang lebih tenang dan khidmat. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam melantunkan adzan serta membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil.

Sementara itu, lomba dakwah yang dilaksanakan di ruang tari menjadi wadah bagi para siswa untuk melatih keberanian berbicara di depan umum. Para peserta menyampaikan ceramah singkat dengan berbagai tema keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Di lapangan tengah sekolah, lomba nasyid berlangsung dengan suasana yang sangat meriah. Para peserta tampil dengan penuh percaya diri membawakan lagu-lagu religi, sementara para suporter memberikan dukungan dengan penuh semangat.

Di sisi lain, lomba kaligrafi yang dilaksanakan di ruang kelas menghadirkan suasana yang lebih tenang. Para peserta terlihat fokus menuangkan kreativitas mereka dalam bentuk tulisan indah ayat-ayat Al-Qur’an.

Menjelang pukul 13.00 WIB, seluruh perlombaan akhirnya selesai. Para siswa kembali berkumpul sambil menunggu waktu pulang. Meskipun terlihat lelah, wajah mereka tetap menunjukkan rasa puas setelah mengikuti berbagai kegiatan sepanjang hari.

Hari ketiga, Jumat (13/03/2026) menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan. Kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an yang dipimpin oleh pihak Rohis. Suasana pagi itu terasa sangat khidmat karena seluruh siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh kekhusyukan.

Setelah khataman Al-Qur’an selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian materi oleh narasumber yaitu Kyai Ali Masykur yang memberikan tausiyah kepada para siswa. Melalui ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak ibadah di bulan Ramadan. Menurutnya, Ramadan merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah.

Setelah sesi tausiyah selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Suasana kembali terasa meriah ketika nama-nama pemenang diumumkan.

Lomba dan Pesantren Ramadan Dikemas menjadi Satu

Dokumentasi Pribadi

Pada lomba CCI (Cerdas Cermat Islam), juara pertama diraih oleh kelas XII-1, juara kedua kelas XI-2, dan juara ketiga kelas XII-5. Lomba dakwah para juaranya diraih oleh kelas XII-3 (juara I), juara kedua kelas XII-10 (juara II), dan kelas XI-4 (juara III).

Pada lomba tilawah, juara pertama diraih oleh kelas XII-4, juara kedua kelas XI-3, dan juara ketiga kelas XII-1. Lomba nasyid juga dimenangkan oleh kelas XI-12 sebagai juara pertama, kelas XI-2 sebagai juara kedua, dan kelas XII-1 sebagai juara ketiga.

Pada lomba adzan, juara pertama diraih oleh kelas XII-1, juara kedua oleh kelas XII-7, dan juara ketiga oleh kelas X-2. Sementara itu, pada lomba kaligrafi juara pertama diraih oleh Berliana Syahirah Kinindra Putri dari kelas X-5, juara kedua oleh Kasih Erika Ramadhani dari kelas XII-8, dan juara ketiga oleh Mefi Aulia Adha dari kelas X-9.

Sekitar pukul 09.15 WIB, seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan resmi berakhir. Para siswa kemudian kembali ke kelas masing-masing untuk membersihkan dan merapikan ruangan.

Bagi siswa SMA Negeri 1 Demak, berakhirnya kegiatan ini juga menandai dimulainya liburan panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun lebih dari itu, Pesantren Ramadhan meninggalkan pesan penting bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Jika nilai-nilai tersebut benar-benar dipahami, maka kegiatan Pesantren Ramadhan bukan hanya menjadi agenda tahunan, melainkan pengalaman berharga yang akan membentuk karakter siswa dalam menjalani kehidupan. (AS/BA).

Sekolah Ramadhan Agama

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT