; ; ;
Oleh: Rahmawati (Jurnalistik Smansade, XI-4)
Penyunting: Baihaqi Aditya, S.Pd
SmansadeUpdate – Euforia Festival Literasi Kabupaten Demak 2026 (FESLID) diwarnai dengan berbagai kegiatan edukatif. Salah satu agenda utama yang menarik perhatian Adalah seminar literasi media di era gempuran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Representasi Smansade dihadiri oleh tiga anggota ekstrakurikuler jurnalistik yaitu: Rahmawati (XI-4), Aida (XI-5), dan Zusma (X-3).
Rabu (23/09/2026) Suasana aula Dinperpusar terasa hangat oleh antusiasme sekitar 40 audiens yang menghadiri seminar. Kegiatan seminar bertajuk “Ketika mesin bisa bercerita: Mengapa literasi media semakin penting di era AI” menghadirkan narasumber jurnalis sekaligus aktivis sosial, Syifaul Arifin.
Acara dibuka pukul 13.15 WIB. Memasuki sesi pemaparan materi oleh narasumber, Syifaul Arifin memaparkan bagaimana kehadiran AI membawa perubahan besar dalam lanskap informasi publik. Ia menyoroti bahwa perkembangan kecerdasan buatan saat ini tidak hanya membantu tugas manusia, melainkan juga sudah dapat memproduksi teks, menghasilkan gambar, memunculkan suara, hingga membuat video pendek dalam waktu singkat yang tampak nyata. Bahkan, beberapa pengembang teknologi ternama mulai menyuarakan perlunya pembatsan penggunaan AI.
“Dari berbagai peristiwa yang terjadi di belahan dunia, AI adalah teknologi yang bisa sangat berbahaya apabila kita sebagai penggunanya tidak bijak dalam memanfaatkannya,” ujar Syiful Arifin di hadapan peserta
Lebih lanjut, ia meneankan bahwa manusia sebagai konsumen informasi memiliki kewajiban moral untuk menyeleksi, memperhatikan, memeriksa, dan mempertanyakan (kroscek ulang) setiap informasi yang diterima. Sebab, tida semua hal yang terlihat meyakinkan di platform-platform kecerdasan buatan dapat ditelan mentah-mentah sebagai sesuatu yang seratus persen dapat dipercaya.
Dinamika diskusi semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab (Q&A). Para peserta aktif melontarkan pertanyaan kritis, mulai dari etika penggunaan AI dalam proses belajar di kelas bagi pelajar, tantangan mendeteksi informasi buatan AI, higga fenomena interaksi AI yang semakin Nampak menyerupai emosi manusia.
Kegiatan diakhiri pukul 15.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi penanda kemeriahan FESLID 2026 saja, tetapi juga ruang refleksi bagi generasi muda, khususnya pelajar.
Era Dimana mesin telah mampu menghasilkan cerita, membuat literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis semata, melainkan menjelma menjadi kejelian berpikir kritis, menyaring informasi, dan mempergunakan teknologi secara bijak. Manusia harus tetap menjadi pihak yang memegang kendali penuh dalam menentukan cerita maupun informasi mana yang layak untuk dipercaya. (R/BA).
Sekolah Literasi PerpustakaanCopyright © 2019 - 2026 SMA NEGERI 1 DEMAK All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id